Hari Sabtu, tanggal 22 Juni 2016, pengambilan raport SD Muhammadiyah 6 Genteng atau anak-anak biasa menyebutnya sebagai SD Menteng.
Adam Maliki Ardhie... Sudah Lulus SD dan sudah mulai siap menapaki kehidupan "Naik Level", semangat nak, berkoar sekeras mungkin ...., jadilah icon tersendiri, Dunia ini hanya jalan yang harus bisa kamu menikmati dalam menjalaninya. Jangan pernah menyerah.. ..jangan mudah putus asa, semua " Wes ginaris kabeh, awak dewe sakdermo nglakoni".
Bismillah... Bapak Ibu siap.. dibelakang mu....
Panjatan do'a tiap Malam...
Untuk kalian semua....
Puteri .... Adam..... Faishol......
Mbah kalian merestui.....
Saturday, June 25, 2016
Pengambilan Raport SD Muhammadiyah 6 Genteng
Saturday, May 21, 2016
TES MASUK SMP BUSTANUL MAKMUR
Kebahagiaan dan rasa syukur Kehadirat Allah Subhanallahu Wata'ala, serta sholawat dan salam selalu terlumpahkan kepada Nabi Muhammad Shollohu 'alaihi Wassalam....
Anak kedua Adam Maliki Ardhie sudah menginjak SMP, harapan semoga selalu dalam Rohman dan Rokhim Allah, selalu dijaga dan menjadi generasi yang tahan Banting dan siap menghadapi peliknya jaman dan warnanya kehidupan .
Puteri Adam Faishol.... Jagalah diri kalian baik-baik.... Pegang teguh Qur'an dan Hadist jangan kaku dalam hidup, belajar mendengarkan lebih baik daripada banyak omong....
Bismillah do'a selalu buat kalian dari Ayah dan IBU...
Friday, May 13, 2016
SANTUN BERSIKAP Budaya Leluhur
Dalan perjalanan saya di Malang, banyak hal yang menjadi pelajaran berharga buat saya, mulai empati , simpatik, tepo sliro dan banyak istilah jawa yang sudah mulai terkikis pelan dan pasti, bergeser nilai moral dan adab kesopanan. Hal ini tidak bisa dipungkiri dari kondisi masyarakat yang dituntut serba cepat dari semua tatanan, baik tatanan Kota, tatanan pemerintahan, tatanan regulasi namun melupakan tatanan moral yang sudah dibentuk oleh leluhur jawa yang di akui adiluhung nilainya dari berbagai sisi.
Mungkin dan mulai terbukti ramalan joyoboyo bahwa " wong jowo ilang jowone". Dan itu sudah terlihat dari berbagai sudut kehidupan masyarakat.
Saya salah satu orang pinggiran dari sekian banyak orang pinggiran ada rasa resah, masihkah budaya dan etika jawa sing Njawani bisa bertahan.
Semoga kita bisa menjaga dan melestarikan etika jawa sing "Njawani"
----------
Orang pinggiran di Pojok Stasiun
POJOK KEHIDUPAN MALANG
Lama tidak mengisi diary kisah perjalanan saya, terasa geliat tuk menulis kembali, walau coretan mungkin tidal bermakna, tetapi sebagai rangkaian sepenggal kisah perjalanan saya yang perlu saya tuturkan least blog, semoga bisa menjadi warisan kenangan yang akan selalu Ada selama mbah google tidak merubah ToS-nya.
Dalam perjalanan pulang beli tiket Ada satu pemandangan yang lumrah dikota, bermain layang-layang dipinggir Jalan dekat jembatan. Tetapi rasa Tak nyaman saya rasakan, ketidakleluasaan terasa dalam bathin....keterbatasan tempat bermain.
Jaman dimana manusia sudah lebih sering bersosialisasi dengan teknologi, kurang bersosialisasi dengan alam secara otomatis mencipta ketidakseimbangan dalam berpola pikir, etika, social integration.. Hal ini mungkin akan berpengaruh dengan pesan mbah dulu-dulu "Tepo Sliro", mungkin kata itu akan bergeser jauh dan makin jauh....
Dipojok Jalan aris munandar Ada Tempat Pengumpulan Sampah sementara, terlihat seorang kakek tua yang mendapat perlakuan tidak sopan Dari tukang sampah... Dengan memungut beberapa kerdus yang Ada pak tua tetap berusaha mengambil kerdus, plastik yang Ada dengan tidak menghiraukan perlakuan tukang sampah.....sebegitukah gambaran hidup.
Pedih, perih terasa dibatin.... yang Ada dalam hati berucap " Duh Gusti Kang Akaryo Jagad, semoga kerasnya hidup bisa aku jalani seperti sabarnya kakek tua memungut sampah....."
Hidup bukan pilihan, kalo boleh memilih tak akan ada penderitaan Dan kemiskinan yang menyayat.....tetapi hidup hanya perjalanan, lelah memang, Capek kaki dalam melangkah....tetapi butuh sabar untuk sampai tujuan.....
Hidup bisa menerima dan mensyukuri...kalau sekiranya beban perjalanan terlalu berat, istirahat sebentar agar tenaga pulih, namun jangan terlalu lama sehingga rasa malas akan menjadi begal salam perjalanan.
Gusti haturnuwun pelajaran hidup hari ini, kuatkan hamba dalam menyusuri perjalanan hidup ini, bismillah....
Friday, June 10, 2011
Pola Pikir Tukang Becak Di Warung Kopi
Idoer : " Sebenarnya kita ini tukang Becak apa orang IT ya ..."
Mamba : "Ya ..orang IT sambil Mbecak "
Esa : " Wow Sakti ... ueebat ... ada IT sambil Mbecak ... "
Idoer: "Maksudku ... (ehm) kita itu orang IT tapi kenapa kok kita sering pake Okol daripada pake Akal"
Esa & Mamba: " Hahahaha ..... "
Mamba: "Daripada pakai akal bikin pusing, mending pakai okol (tenaga) abis kerja ya sudah"
Idoer: " Berarti model kerjanya ya sama tukang becak dong ...., monoton gak ada perkembangan, kerja kalau ada penumpang, kalau penumpang tidak ada ya cangkruk ae ... hehehehhe "
Mamba: "Cangkruk ngomong ngalor ngidul nggak jelas arahnya ..... ya kayak tukang becak nunggu penumpang"
Esa: "Tukang becakkk maneh ... ngimpi apa ya abang becak kita jadikan bahasan"
Idoer : "Mimpi awak dewe rasani heheheheh (Mimpi lagi kita omongin)"
Mamba: "Gini lo......" "Sebenarnya kita itu mesti punya inisiatif, inovasi, improvisasi, visi dalam pekerjaan kedepan jangan cuman monoton saja, kerjanya itu-ituuu saja ..."
Esa: "Ya iya .... Mba .. Doer ... namanya orang kerja itu mestinya bisa baca data, analisa, lihat kendala kondisi dilapangan, kemudian simpulkan " apa kendala/ kondisi bisa ada solusinya, kalau ada solusinya coba dicatat kalau perlu di petakan satu persatu"
Idoer : " Hehehe dipetakan macam program sa ...., katagori - masalah - detail data ... hhehehehe masak gitu aja repot ..... kita khan sarjana "
Esa & Mamba: "Sarjana sing sujana (gendeng) hehehhehehe"
Idoer : "Terus kesimpulannya ..... "
Esa : "Ayo Mba ... awakmu khan sing tuwo (kamu khan yang paling tua)"
Idoer : " Monggo Mba"
Mamba: "Jangkrik .... Idoer sing Mbuka omong .. saya yang bikin kesimpulan....."
Idoer-Esa:" Gak papa cepet ... kamu yang paling tua diantara kita"
Tukang Kopi:" Gini aja mas ..... saya saja yang menyimpulkan .... walaupun tukang buat kopi diwarung kopi, gini-gini juga sarjana lho .... "
Idoer-Esa-Mamba: "Sarjana apa pak ..... "
Tukang Kopi: "Sarjana Psikologi ...khusus menangani orang-orang yang bermasalah kayak sampean semua ini hehehe, makanya saya bertugas di warung kopi agar tahu psikologi masyarakat mas "
Idoer-Esa-Mamba:" Ya udah pak tadi khan mendengarkan obrolan kita ... mohon disimpulkan"
Tukang Kopi: "Sebenarnya kesimpulannya mudah mas dan sudah umum" .... " Orang kerja itu mestinya tahu apa yang dia kerjakan, kayak saya ini .. kalau bikin kopi ya tahu ... caranya campur kopi dengan gula, tahu komposisi takaran .. biar langganan pada suka"
Esa : "Uebat ... omongane jeruuu rek (omongannya mendalam sekali)"
Idoer: " Wah .. awak dewe kuliah maneh bengi iki"
Mamba:" SDS doer ... bukan SKS ...."
Idoer : " Apa itu SDS Mba"
Mamba: "Sistem Duduk Semalam" langsung bablas ....
Tukang Kopi: "Dilanjutkan tidak ...... kok pada omong sendiri"
Idoer-Esa_Mamba: "Inggih"
Tukang Kopi: " Orang kerja itu mas .. kalau cuman mengharap uang, ya uang saja yang di dapat ... tidak akan ada perkembangan sama sekali, kondisinya akan tetap dan tidak berkembang, harus ada inovasi dan visi kedepan .....seperti saya ini ... kalau kemarin masih cuman ada radio .. sekarang sudah saya kasih TV home Theater lagi ... suaranya biar marem mas ... pelangggan akan suka mampir .., penat-penat dijalan bisa terobati dengan duduk disini .. bukan cuma minum kopi saja"
"Saya juga punya pandangan kedepan mas ... saya tidak ingin selamanya kerja monoton seperti ini tanpa ada hasil apa-apa ..... sekarang saya sudah beli tanah sawah di desa, jadi ada pendapatan tetap walaupun harga beras naik turun tapi setidaknya bisa dapat hasil tambahan "
"Orang kerja harus punya keahlian dibidang yang dikerjakan .... tahu kondisi pasar ... tahu yang lagi booming, mengerti sama teman sepekerja ... kalau kerjaan banyak orang .... jangan suka main perintah ... kecuali dia yang bayar"
Esa: "Kalau dia yang bayar berarti BOS-nya ya pak ... kalau tidak nurut dipecat ... heheh"
Tukang Kopi: "Iya mas ... kalau karyawan saya suruh ambil air tidak mau ... ya saya pecat .. ambil orang lain saja ... masak disuruh ambil air saja tidak mau ....."
Mamba:"Kalau pecat ada pesangonnya Nggak pak "
Tukang Kopi: "Mas ..mas ... wong saya kontrak bukan pegawai tetap .... apalagi ini warung kopi mas bukan perusahaan .. jadi ya ... terima aja kalau dipecat ... kerja baik dipertahankan .. kerja gak becus ya harus rela dipecat"
Idoer-Esa-Mamba:" Ya udah kesimpulannya pak .... sudah mau pulang nich"
Tukang Kopi: "Kalau bekerja ya kerjakan pekerjaannya jangan suka memberikan bebannya kepada orang lain, wong orang lain juga punya tanggung jawab"
Idoer-Esa-Mamba: " Terus pak"
Tukang Kopi:" Terus ya dibayar dulu kalau mau pulang .... kuliahnya malam ini cukup dulu . "
Idoer-Esa-Mamba:" SIIIPPP makasih Pak'
Saturday, May 21, 2011
Air adalah Kebijakan
- Kalau kita belajar berbuat bijak berarti dalam perbuatan masih ada unsur pertimbangan, masih melihat banyak sisi, bukan hanya satu sisi yang nantinya akan timbul suatu tindakan atau penilaian yang sangat tidak obyektif. Dalam arti dengan belajar berbuat bijak maka secara otomatis belajar menerima masukan dari orang lain, mendengarkan orang lain, menjaga perasaan orang lain yang nantinya merupakan bahan pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan, belajar mengerti orang lain dalam arti kita tidak hanya menuntut orang lain saja supaya mengerti akan kita, namun kita berupaya agar kita belajar bisa mengerti orang lain
- Kalau kita belajar bijak berarti kita belajar berbicara dengan hati, hati adalah kebenaran, makanya orang sering bilang kalau bicaralah dengan hati jangan bicara dengan fikiran, artinya bicaralah dengan suatu ketulusan dan kesungguhan bukan berbicara dengan mengolah beberapa kata agar menjadi baik yang mempunyai tujuan untuk menyenangkan atau membuat suka. Kalau hal demikian terjadi mungkin yang ada cuman selalu pertanyaan yang didahului dengan ... apa ada ... , misal apa ada untung buat saya, apa ada feedback buat karir saya, apa ada imbalan yang sesuai dengan saya, apa ada kelanggengan dengan posisi saya ..... banyak buntutnya ...
- Belajar bijak bukan berarti menandakan kelemahan orang dalam berprinsip. Justru akan menimbulkan simpati, empati, disegani dan mungkin akan bisa menjadi panutan, karena dengan memiliki hal tersebut berarti orang tersebut bisa di sebut "Pengasuh" artinya tempat dimana orang membutuhkan saran, tempat dimana orang membutuhkan nasihat, tempat dimana orang akan menjadikan idola, tempat dimana orang akan menempatkan posisi pada kedudukan yang terhormat dalam skala pandangan tatanan masyaraka, gambaran yang akan muncul nantinya semacam pohon yang besar, tempat bersandar dimana orang dapat melepas lelah, melepaskan penat akan beban fikiran, tempat berteduh dari sengatan matahari .... semuanya yang ada hanya kedamaian, ketenangan dan semangat kala kita berdekatan
